Oksigen merupakan unsur gas tidak berwarna dan tidak berasa. Di dalam tubuh, diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah. Oksigen diperlukan oleh sel untuk mengubah glukosa menjadi energy. Energy inilah yang digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti: penyerapan makanan, membangun kekebalan tubuh, pemulihan kondisi tubuh, dan penghancuran beberapa racun sisa metabolism.
Kekurangan oksigen menyebabkan metabolism tidak berlangsung sempurna. Jika kekurangan oksigen, akibatnya tubuh terasa lelah, pegal-pegal, mengantuk, dan kekebalan tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit.
Oksigen dapat larut dalam air. Molekul-molekul oksigen menempati ruang di antara molekul air. Kandungan oksigen di dalam air dipengaruhi berbagai factor seperti suhu, tekanan, dan jumlah zat yang terlarut di dalam air.
- Semakin rendah suhu air, semakin besar kandungan oksigen. Itulah sebabnya kita merasa lebih segar jika minum air dingin.
- Tekanan yang besar dapat memaksa lebih banyak molekul oksigen masuk ke dalam ruang di antara molekul air lainnya.
- Kemurnian air juga mempengaruhi kelarutan oksigen. Air yang murni memungkinkan oksigen terlarut lebih banyak.
Oksigen yang dihirup dari udara, diserap oleh alveoli paru paru. Namun pada keadaan hipoksia (kekurangan oksigen), tubuh memiliki kemampuan menangkap oksigen dari pencernaan secara difusi. Tekanan parsial oksigen di dalam darah (pO2) merupakan parameter penting yang menentukan kandungan oksigen di dalam darah.
Penelitian menunjukkan adanya peningkatan tekanan parsial oksigen di dalam darah setelah minum air minum beroksigen tinggi (pendapat Prof. Dr. Pakdaman, MD., asal Jerman).
Penelitian menunjukkan adanya peningkatan tekanan parsial oksigen di dalam darah setelah minum air minum beroksigen tinggi (pendapat Prof. Dr. Pakdaman, MD., asal Jerman).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar